Kamis, 11 Juni 2009

Refleksi Lagiiiiii,,,

Hal yang dibicarakan:
1. Kosong itu tidak ada satupun kata dari orang lain yang mampu menggambarkan doa yang paling tinggi.
2. Jika tidak ada kata-kata yang menggambarkan doa maka dari itu kosong.
3. Jika tingkat dimensi tinggi, maka tidak ada yang kosong.
4. Berfikir sesuai dimensi.
5. Dunia dan akherat perlu ilmu.
6. Ketika menuntut ilmu maka berbekal ilmu dan berburu ilmu.
7. Berburu ilmu bisa lewat buku, guru, orang pintar.
8. Berburu hidayah bisa melalui kitab, guru ngaji, ulama ataupun ustadz.
9. Sadar ruang dan waktu itu hal paling penting dalam hidup.
10. Wadah itu suatu nama yang bisa menjelaskan isinya.
11. Suatu pohon yang daunnya itu diibaratkan sebagai mahasiswa, terombang-ambing oleh angin yang diibaratka seorang dosen ( Pak Marsigit ), itulah yang membuat mahasiswa jatuh.
12. Hidup itu menterjemahkan dan diterjemahkan.
13. Diterjemahkan : ikhlas dipandang, ditanya orang lain.
14. Menterjemahkan : ‘aku’
15. Ada jarak antara pikiran dan perasaan.
16. Batas pikiran dan perasaan adlah rasa khawatir.
17. Cara menghilangkan rasa khawatir adalah berpikir yang betul, logis atau tidak berpikir sama sekali.
18. Filsafat : ilmu pikir.
19. Batas isi dan wadah adalah ilmu.
20. Ilmuku adalah isi dan wadah adalah batas.
21. Lingkaran berjari-jari tak hingga maka pusatnya ada dimana-mana.
22. Setinggi-tingginya dimensi adalah ‘Tuhan’.
23. Setingi-tingginya ilmu adalah pengalaman.
24. Tidak semua pikiran dapat ditulis dan sebaliknya. ( ada jarak antara pikiran dan tulisan ).
25. Sungai yang memisahkan adalah sungai transenden dan sungai positif.
26. Kaca pecah belim tentu karena batu.
27. 2 + 3 : sintetik
28. 2 + 3 3 +2
29. Filsafat Yunani yaitu filsafat alam.
30. Kontradiksi pikiran diperbolehkan.
31. Kontradiksi hati tidak dibolehkan.
32. Anak gunung ada pada elegi menggapai harmoni.
33. Jalanku merupakan riwayatku.
34. Saat aku di suatu tempat, aku membayangkan aku berada di rumah. Begitu juga sebaliknya, jika aku berada di rumah, aku membayangkan derada di suatu tempat yang lain.
35. Subjek dan objek tidak akan statis. ( objek dapat menjadi subjek dan sebaliknya ).
36. Ibarat : S1 ( pecah telur ), S2 ( kreatifitas ), dan S3 ( belajar hidup ).
37. Mencari puncak dengan metode filsfat.
38. Tiada kontradiktif bagi Sang Pencipta.

Referensi :
Perkataan Bapak Marsigit
Sewaktu perkuliahan Filsafat Pend Mat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar