Kamis, 11 Juni 2009

Tugas Akhir " Filsafat Pendidikan Matematika "

OBJEK PEMBELAJARAN MATEMATIKALAH
YANG BERHAK BICARA

M A T E M A T I K A……


Apakah kau tahu apakah Matematika itu?

Ya, sebuah kata yang terdiri dari 10 huruf dan terdiri dari 5 suku kata. Matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bilangan dan logika. Selain itu, Matematika juga merupakan bagian dari Filsafat.

Mengapa Matematika merupakan bagian dari Filsafat?

Alasannya karena Filsafat itu sendiri bisa diletakkan didepan kata apapun. Oleh karena itu, Matematika bisa diletakkan berdekatan dengan Filsafat. Misalnya saja kata Filsafat diletakkan di depan kata Matematika yaitu Filsafat Matematika. Ataupun juga kata Filsafat diletakkan di belakang kata Matematika yaitu menjadi Matematika Filsafat.

Lain letak posisi kata, lain pula dalam artinya. Sehingga Filsafat Matematika tidak sama dengan Matematika Filsafat. Filsafat Matematika memiliki arti yaitu merefleksikan Matematika, sedangkan Matematika Filsafat memiliki arti berpikir Matematika yang Filsafat.

Dalam Matematika itu sendiri ada hukum-huku7m yang diterapkan dalam Filsafat, misalnya : konsistensi. Yang mana konsistensi itu merupakan kebenaran dari Matematika. Karena Matematika merupakan bagian dari Filsafat, maka filsafat dan Matematika itu memiliki suatu hubungan. Hubungan antara Filsafat dan Matematika adalah sama-sama memiliki objek. Objek dari Filsafat adalah’ ide’, sedangkan objek dari Matematika adalah ‘konsep’.

Dalam pembelajaran Matematika, objeknya juga merupakan suatu konsep. Dalam pembelajaran Matematika diperlukan interaksi antara siswa dengan guru atau juga interaksi antara mahasiswa dengan dosen. Dalam pembelajaran tersebut, khususnya pembelajaran Matematika diperlukan konsep yang kuat. Agar pembelajaran Matematika berjalan dengan baik dan lancar, maka konseplah yang menentukan.

Seorang pengajar baik guru ataupun dosen harus memiliki konsep yang matang terlebih dahulu sebelum mengajarkan Matematika kepada siswa ataupun mahasiswanya agar guru ataupun dosen tersebut tidak salah dalam menerapkan konsep kepada anak didiknya. Selain itu supaya seorang pengajar dapat menjawab pertanyaan dengan benar jika sewaktu-waktu ada pertanyaan dari anak didiknya.

Seorang siswa ataupun mahasiswa juga harus memahami konsep Matematika tersebut, bagaimana cara menemukan rumus, bagaimana cara menerapkan rumus dalam suatu soal ataupun bagaimana cara menyelesaikan suatu persoalan Matematika. Ma\emahami konsep sangatlah penting, akan tetapi bukan menghafal konsep. Jika menghafalkan konsep, maka sewaktu-waktu ( jika sudah terikat dengan dimensi waktu ) mungkin saja kita bisa lupa dengan konsep dari Matematika tersebut. Akan tetapi jika kita mampu memahami konsep, maka walupun sudah terbatasi oleh dimensi waktu yang cukup lama, kita tidak akan mudah lupa dengan konsep Matematika tersebut.

Jadi, intinya adalah objek dari pembelajaran Matematika yaitu ‘konsep’ dari Matematika itu sendiri merupakan hal yang wajib, harus ataupun berharga mutlak dalam mempelajari Matematika. Selain itu, ‘konsep’ juga menentukan kita dalam keberhasilan kita belajar Matematika.

Referensi : Pemikiran sendiri
( Apriyani Endah P. )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar