Kamis, 07 Mei 2009

Refleksi Perkuliahan Filsafat bag.2

Pertemuan ke-2 dan ke-3

Hal yang dibicarakan:
1. Dimensi
Adanya kesadaran tentang dimensi : manusia dimensinya lebih tinggi dari binatang.
Kalau dimensi diturunkan, maka hal yang akan dipertanyakan adalah manusia akan lebih rendah dari apa?
Setinggi-tingginya dimensi adalah dimensinya Tuhan.
Jika dimensi lebih tinggi, maka “ Elegi Menggapai Sang Kholik” yang kosomg sebenarnya adalah penuh.
Naiknya dimensi tidak bisa diketahui, karena kita tidak bisa mengatakan hal yang sama dalam waktu yang sama pula.
Filsafat sekarang tentang bagaimana memperhatikan hatiku yang merupakan arti filsafat setelah dimensi kita naik.

2. Pikiran dan Hati
Jangan pernah merasa hati dan pikiran merasa telah cukup, sebenarnya hal itu adalah suatu kesombongan.
Ada jarak antara tulisan dan pikiran.
Artinya: tidak semua pikiran dapat dituliskan.
Ada jarak antara perasaan dan pikiran.
Menghilangkan kekhawatiran dalam pikiran dengan cara :
Berpikir yang logis dan baik.
Tidak perlu berpikir.
Mitos memiliki pengertian sebagai sesuatu hal yang harusnya dipikir tapi hanya diterima begitu saja.
Yang tidak dapat dijelaskan adalah hatiku. Batas pikiran adalah ranah Tuhan.
Batas :
Batas hatiku adalah pikiranku
Batas pikiranku adalah hatiku
Jika kita membantah bahwa batas hati adalah pikiran dan batas pikiran adalah hati, maka sebetulnya kita telah berfilsafat.
Kebodohan :
Bodohnya hati karena terbelenggu setan.
Kebodohan pikiran karena gua plato.
Hati bisa diletakkan dimana saja, di depan segalanya bahkan di atasnya juga bisa.
“Tetapkan hatimu sebagai komandanmu” maknanya berdoalah sebelum berpikir.
3. Pengetahuan
Point yang penting untuk mencapai kesenangan dan ketenangan yaitu :
Berburu ilmu dengan berbekal ilmu dan gurunya adalah guru ilmu
Berburu hidayah dengan berbekal hidayah dan gurunya adalah guru hidayah
Ingin ke akherat maka gurunya : Al-Quran, nabi, ustadz, dll.
Sebenar-benarnya pengetahuan yaitu yang mampu menjelaskan pengertian.

4. Isi dan Wadah
Apakah ari sebuah wadah jika tidak ada isinya? Begitu juga sebaliknya, apakah arti isi jika tidak ada wadahnya?
Ilmu sendiri merupakan batas antara isi dan wadah. Ibarat kulit bawang yang tidak bisa dibedakan antara isi dan kulitnya (wadah).

5. Idol
Idol merupakan suatu berhala atau bisa dikatakan sesuatu yang menarik perhatian.
Menurut Francois Backen, idol alah suatu hambatan atau penyakit.
Macam-macam idol:
Idol Pasar : omongan
Idol panggung : misalnya partai yang sering dilihat (yang sering muncul)
Idol Etnik : ada Sunda, Jawa, Batak
Idol Otoritas : apapun yang dikatakan oleh seorang pemimpin / penguasa pasti langsung disetujui

6. Filsafat
Filsafat kita adalah filsafat timur (Indonesia) tentang agama.
Metode dalam filsafat yaitu:
Hermeneutika merupakan penjelaskan pengertian bersiklus spiral dalam hal ini menterjemahkan dan diterjemahkan.
gambar : naik turun ( naik berarti mencari ilmu, turun berarti menterjemahkan )
Dalam filsafat ada kontradiktif, artinya masih dengan pikiran.
Metafisik yaitu dibalik ( hakekat di sebaliknya )
Emanuel Khan mengatakan bahwa ada permulaan tetapi tidak ada permulaan awal.

Sebab prima adalah Tuhan.
Macam-macam paham dalam filsafat :
Plural lawan dari Monoisme.
Materialisme lawan dari Spiritual
Spiritual lawan dari Humanisme.
Kejamnya penyederhanaan
Yaitu : Misalkan dihilangkan dunia , dihilangkan sikap ramah
Maka si A bisa dikatakan pelit.



Referensi : Perkataan dari Bp. Marsigit
Saat kuliah filsafat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar