Kamis, 07 Mei 2009

Elegi Perbincangan Trigonometri

Anak Muda : Apakah yang ada di sana wahai orang tua berambut putih ?

Orang tua berambut putih : itu adalah sesuatu yang kebanyakan orang matematika menyebutnya dengan Trigonometri.

Anak Muda : Apa itu Trigonometri ?

Orang tua berambut putih : Trigonometri adalah ilmu ukur segitiga yang merupakan salah satu cabang Matematika yang paling mahsyur dan telah berumur ribuan tahun.

Trigonometri memiliki peran yang sangat besar dalam pengungkapan misteri alam semesta, jauh sebelum datngnya peralatan canggih dan penjelasan angkasa dewasa ini.

Sebenar-benarnya Trigonometri adalah tentang sudut dan segitiga.

Anak Muda : Apakah sudut itu ?

Orang tua berambut putih : Sebenar-benarnya sudut adalah suatu besaran.

Anak Muda : Lalu, apa itu besaran ?

Orang tua berambut putih : Sebenar-benarnya besaran adalah suatu ukuran.

Jadi, satuan yang biasa digunakan untuk mengukur sudut adalah derajat. Akan tetapi raian juga merupakan satuan lain untuk mengukur sudut.

Anak Muda : Aku masih tidak mengerti…

Orang tua berambut putih : maka, sebenar-benarnya pengertianmu adalah jika kamu sendiri yang berusaha mempelajarinya.

Anak Muda : Sudut sudah engkau jelaskan. Lalu, bagaiman dengan segitiga itu sendiri ?

Orang tua berambut putih : Segitiga merupakan bidang datar yang merupakan gabungan tiga ruas garis yang dibentuk oleh tiga titik yang tidak segaris yang sepasang-pasang saling dihubungkan.

Anak Muda : Kata-kata asing apa itu wahai orang tua berambut putih ?

Orang tua berambut putih : Kata-kata asing yang mana ?

Anak Muda : Itu…….yang tadi engkau sebut dengan sisi-sisi segitiga dan sudut-sudut segitiga.

Orang tua berambut putih : Oh, yang itu!

Ketiga ruas garis itu yang disebut dengan sisi-sisi segitiga, sedangkan sudut-sudut yang terbentuk oleh pasangan-pasangan sisi tersebut disebut dengan sudut-sudut segitiga.

Anak Muda : Jadi, segitiga yang engkau maksud dalam trigonometri itu adalah segitu ini ?

Orang tua berambut putih : Bukan. Pada Trigonometri digunakan sisi-sisi segitiga siku-siku.

Anak Muda : Segitiga siku-siku ? Apa itu ?

Orang tua berambut putih : Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya merupakan sudut siku-siku.

Anak Muda : Ternyata ada juga yang disebut sudut siku-siku.

Orang tua berambut putih : Benar. Sisi yang menghadap sudut siku-siku disebut sisi miring dan sisi-sisi yang lain disebut sisi-sisi sudut siku-siku.

Anak Muda : Lalu, yang ada di sekitar Trigonometri itu apa?

Orang tua berambut putih : itu ada sinus, itu ada cosinus, itu ada tangen, itu ada cotangen, itu ada secan, dan itu ada cosecan.

Anak Muda : Kalau yang ada di sekitar segitiga siku-siku itu apa ?

Orang tua berambut putih : Kalau yang ada di sekitar segitiga siku-siku itu adalah ada panjang sisi-sisi segitiga, ada besar sudut dati titik-titik sudut segitiga.

Anak Muda : Mengapa sisi-sisi segitiga dan besar sudut segitiga ada di sekitar segitiga siku-siku ?

Orang tua berambut putih : Karena sisi-sisi segitiga dan besar sudut segitiga selalu mengikuti setiap segitiga siku-siku berada, kapanpun, dimanapun, dan dalam bentuk apapun.

Sisi-sisi segitiga dan besar sudut segitiga itulah yang nantinya juga mengikuti sinus, cosinus, tangen, cotangen, secan dan cosecan.

Anak Muda : Mengapa sisi-sisi segitiga dan besar sudut segitiga selau mengikuti mereka ?

Bukankah sebenar-benarnya dirimu adalah jika berdiri sendiri, tidak akanlah engkau mengikuti yang lain. Terus apa pertanggungjawabannya ?

Orang tua berambut putih : Baiklah…

Sisi-sisi segitiga dan besar sudut segitiga selau mengikuti mereka karena sisi-sisi segitiga dan besar sudut segitiga dalah bagian dari diri mereka. Jadi, bagaiman mungkin sisi-sisi segitiga dan besar sudut segitiga tidak mengikuti mereka, kalau saja sisi-sisi segitiga dan besar sudut segitiga itulah sebenar-benarnya diri mereka.

Anak Muda : Oke, Aku agak sedikit mengerti.

Akan tetapi apakah sinus, cosinus, tangen, cotangen, secan dan cosecan itu?

Orang tua berambut putih : Coba kau renungkan anak muda!

Apakah sifat-sifat diri kita ada juga yang dimiliki oleh orang lain ? Apakah bagian dari diri kita , orang lain juga ada yang memilikinya ?

Anak Muda : Tentu saja sifat kita ada juga yang dimiliki oleh orang lain dan bagian dari diri kita orang lain juga ada yang punya.

Orang tua berambut putih : Bagus…

Begitu juga dengan mereka. Salah satu sifat mereka ada juga yang dimiliki oleh yang lainnya . Bagian diri mereka juga ada yang merupakan bagian dari yang Lainnya.

Kemiripan sifat dan bagian diri mereka adalah karena mereka terikat oleh dimensi ruang dan waktu.

Anak Muda : Dimensi ruang dan waktu apa yang dimaksud ?

Orang tua berambut putih :Dimensi ruang yang dimaksud di sis\ni ada empat ruan (kuadran) yang ditempati oleh mereka. Akan tetapi, setiap ruangan tidak ditempati oleh semua. Hanya beberapa dari mereka yang menempati ruangan mereka masing-masing. Tapi ada satu ruangan yang bisa ditempati oleh mereka semua.

Anak Muda : Orang tua berambut putih…!

Sebenar-benarnya aku yang sekarang adalah pengertian atas penjelasanmu.

Orang tua berambut putih : Sebenar-benarnya pengertianmu yang sekarang adalah belum cukup. Masih banyak yang kamu belum tahu tentang mereka. Apakah kau tahu bahwa salah satu dari mereka adalah kebalikan dari yang lainnya ?

Anak Muda : Tentu saja aku belum tahu, maka dari itu pula sebabnya aku bertanya pada engkau wahai orang tua berambut putih.

Dimensi ruang aku sudah tahu, lalu bagaimana dengan dimensi waktu ?

Orang tua berambut putih : Hhmmm… Dimensi waktu ??

Sebenar-benarnya dimensi waktu pada trigonometri adalah besar sudut. Sudut-sudut itu yang didampingi dengan derajat. Sembarang sudut ada, akan tetapi ada sudut yang kebanyakan orang Matematika bilang sebagai sudut istimewa.

Anak Muda : Sudut istimewa …???

Apanya yang istimewa ?

Orang tua berambut putih : Itulah sebenar-benarnya pertanyaanmu yang belum engkau pahami.

Istimewa berarti merupakan hal yang khusus. Dalam hal ini trigonometri adalah perodik. Untuk lebih jelasnya maka dengarkanlah pidato dari masing-masing diri mereka.

Sinus : Untuk diriku ini sebenar-benarnya merupakan perbandingan antara panjang sisi siku-siku dihadapan sudut tersebut dengan sisi miringnya. Untuk hal yang istimewa, diriku ini juga istimewa. Pada 0harga diriku 0, pada 30harga diriku , pada 45harga diriku , Pada 60harga diriku , Pada 90harga diriku 1.Inilah sebenar-benarnya pidatoku.

Cosinus : Untuk diriku ini sebenar-benarnya merupakan perbandingan antara panjang sisi siku-siku yang mengapit sudut tersebut dengan sisi miringnya. Untuk hal yang istimewa, diriku ini juga istimewa. Pada 0harga diriku 1, pada 30harga diriku ,, pada 45harga diriku , Pada 60harga diriku , Pada 90harga diriku 0. Inilah sebenar-benarnya pidatoku.

Tangen : Untuk diriku ini sebenar-benarnya merupakan perbandingan antara panjang sisi siku-siku dihadapan sudut tersebut dengan sisi siku-siku yang mengapit sudut tersebut. Dengan kata lain aku adalah perbandingan antara sinus dan cosinus. Untuk hal yang istimewa, diriku ini juga istimewa. Pada 0harga diriku 0, pada 30harga diriku, pada 45harga diriku 1, Pada 60harga diriku , Pada 90harga diriku tak hingga. Inilah sebenar-benarnya pidatoku.

Cotangen : Untuk diriku ini sebenar-benarnya merupakan perbandingan antara panjang sisi siku-siku yang mengapit sudut dengan sisi siku-siku dihadapan sudut tersebut. Dengan kata lain aku adalah perbandingan antara cosinus dan sinus. Untuk hal yang istimewa, diriku ini juga istimewa. Pada 0harga diriku tak hingga, pada 30harga diriku, pada 45harga diriku 1, Pada 60harga diriku , Pada 90harga diriku tak hingga. Inilah sebenar-benarnya pidatoku.

Secan : Untuk diriku ini sebenar-benarnya merupakan perbandingan antara panjang sisi miring dengan sisi siku-siku yang mengapit sudut tersebut. Untuk hal yang istimewa, diriku ini juga istimewa. Dengan kat lain aku adalah kebalikan dari cosinus. Pada 0harga diriku 1, pada 30harga diriku ,pada 45harga diriku , Pada 60harga diriku 2, Pada 90harga diriku tak hingga. Inilah sebenar-benarnya pidatoku.

Cosecan : Untuk diriku ini sebenar-benarnya merupakan perbandingan antara panjang sisi miring dengan sisi siku-siku dihadapan sudut tersebut. Untuk hal yang istimewa, diriku ini juga istimewa. Dengan kata lain aku adalah kebalikan dari sinus. Pada 0harga diriku tak hingga, pada 30harga diriku 2, pada 45harga diriku , Pada 60harga diriku , Pada 90harga diriku 1.Inilah sebenar-benarnya pidatoku.

Orang tua berambut putih :Apakah masih ada yang belum engkau mengerti anak muda ?

Anak Muda : Tidak wahai orang tua berambut putih. Aku sudah tahu dan mengerti tentang Trigonometri.

Orang tua berambut putih : Baiklah…

Sebenar-benarnya percakapan kita ini adalah ‘Perbincanhan Trigonometri’.

1 komentar:

  1. Good..kendalanya memang lambang matematika kadang-kadang tak muncul.

    BalasHapus