Pertemuan ke-4
Hal yang dibicarakan:
Macam-macam paham :
Monoisme : mempercayai bahwa Tuhan hanya tunggal
Keyakinan dan hatiku adalah Monoisme
Pluralisme : mempercayai adanya banyak Tuhan.
Contoh : Negara Jepang
Kita tidak bisa menjelaskan dimensi yang dibawahnya.
Pemikiran Filsuf :
Emmanuel Khan
Hatinya tidak tahu
Kesimpulan : Dunia itu punya awal dan tidak punya awal, punya akhir dan tidak punya akhir. Artinya adalah kontradiksi ( dalam filsafat kontradiksi yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya )
Rene Descartes
Ia tidak percaya pada filsuf lainnya
Kepastiannya yaitu ‘ aku inilah yang sedang berpikir’
Pertemuan ke-5
Hal yang dibicarakan :
Setelah kognisi yakni memikirkan setelah kita berpikir.
‘Jebakan filsafat’ itu lembut, halus, berlapis-lapis dan bisa diletakkan di depan apapun.
Hidup adalah Aku yang sedang berpikir, jika hati selalu berdoa dan pikiran selalu berpikir.
Filsafat itu kosong (non sense) jika tanpa bukti
buktinya : pemikiran para filsuf
Bahasa yang digunakan oleh filsafat adalah bahasa analog.
Analog dari ilmu untuk mahasiswa Pendidikan Matematika adalah pikiran mahasiswa. Pendidikan Matematika sebagai isi tapi bisa juga sebagai wadah jika stigmanya berhubungan debgan mahasisiwa. Mahasiswa juga bisa juga sebagai isis ataupun wadah.
Contoh kontradiksi yaitu Indah adalah indah (indh yang pertama dan indah yang kedua berbeda karena terikat oleh dimensi waktu.
Determinis adalah hubungan antara subyek dengan subyek.
Sedalam-dalamnya : ekstensi, misal filsafat
Seluas-luasnya : instensi, misal dosen mahasiswa, rektor.
Fenomenologi artinya tidak ada jalan yang lurus.
Referensi : Perkataan dari Bp. Marsigit
Saat kuliah filsafat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar